MENGAPA HARUS IKUT KB?? ini Jawabannya, terserah mau komen apa..!!

Awalnya dulu saya pikir wajar dan relevan jika orang itu harus ikut KB dengan berbagai alasan yang masuk logika, tapi akhirnya alasan-alasan itu terbantahkan dan bahkan terpatahkan dengan sendirinya.

bahaya kb

Di Indonesia sendiri telah berdiri sejak puluhan tahun silam BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang telah membuat program pembatasan populasi manusia dengan berbagai alasan, poin yang menjadi alasan salah satunya adalah “Dengan makin banyaknya populasi manusia (anak) maka rezeki dan pekerjaan semakin sempit / susah” sepertinya kalimat tadi real dan benar adanya tapi kalo menurut saya tidak benar 100%. Cuma orang malas yang tidak mau berusaha bekerja, sehingga susah mencari rezeki dan ini sudah menjadi karakter masyarakat kita pada umumnya sejak jaman penjajahan, maunya instan hanya dengan menjadi jongos dan penjilat cukup mendapat uang.

Mungkin anda juga pernah lihat iklan KB dua anak cukup di TV dengan alasan susah cari kerja he… jadi inget firman Allah SWT yang artinya “dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka (anak-anakmu)”. QS. Al An’aam :151) kalo menurut saya kalo gak yakin dengan firman Allah SWT berarti sudah kufur, tapi tak apalah mari kita lihat dan uraikan satu persatu siapa yang benar Allah SWT sebagai sang Khaliq (pencipta) atau manusia dengan prasangkanya.

Ok mari kita lihat beberapa negara adidaya yang maju dengan tekhnologi ataupun ekonominya seperti Amerika, China, Rusia, Jepang atau baru-baru ini India yang mulai masuk perhitungan negara paling maju dalam perkembangannya. Tahukah anda salah satu faktor yang menjadi latar majunya negara-negara tersebut adalah banyaknya populasi manusia (rakyat) nya. Amerika, China, Rusia dan India adalah empat negara dengan populasi terbesar di dunia selain juga luas batas area negaranya.

Di beberapa negara maju pemerintahan mereka sangat antusias menjaga dan memelihara tingkat kelahiran baru, karena dengan bertambahnya manusia maka akan bertambah pula sumber daya manusia nya (baca =SDM) sehingga negara-negara maju mereka sangat menjamin keluarga yang akan memiliki anak bahkan pemerintah membayar semua pembiayaan mulai dari pemeriksaan kehamilan, kelahiran dan biaya sekolah hingga mereka dewasa untuk mendapatkan SDM yang hebat. Dengan ini maka negara dengan banyak populasi dan SDM yang hebat akan menjadi negara paling tangguh. Walaupun saat ini kita lihat jepang negara dengan tingkat tekhnologi dan ekonomi tercanggih, namun mereka mulai kehabisan populasi SDM karena terlalu banyak hal yang digantikan oleh mesin. Sehingga tingkat kebutuhan akan manusia berkurang dan rakyatnya terjangkit tren “ogah nikah”  sehingga populasi manusianya menuurun dan kini sedang digalakan wajib banyak anak. Wallahu a’lam

Banyaknya populasi adalah magnet ekonomi

Jika tadi dikatakan makin banyak manusia maka makin sempit dan susah rezeki … kalo saya gak setuju..

Hei kawan tahu enggak siy kalo di asia tenggara dan dunia indonesia kini telah mulai menjadi magnet pasar ekonomi yang sangat menggiurkan, bahkan mungkin anda tahu mengapa kolonial sejak ribuan tahun silam menjajah kita?? bukankah alasan utamanya adalah ekonomi ?? selain tanah kita yang kaya dan luas, populasi manusianya pun banyak ini adalah modal utama negeri ini.

Kira-kira produk apa siy yang gak laku dijual di negeri ini..?? bahkan sampai pemahaman sesat dijual pun banyak orang yang mau beli… ha..ha…ha.. mereka tahu betul dengan populasi yang luar biasa ini indonesia adalah pasar ekonomi yang sangat potensial. Mari kita itung-itung kira-kira dari ribuan atau bahkan jutaan perusahaan besar yang berdiri tegak di negara ini siapa pemiliknya?? saya yakin hanya berapa persen saja yang memang pemiliknya orang indonesia asli kebanyakan mereka adalah asing dan aseng.

Balik lagi ke topik, jadi pada intinya program KB (pembatasan populasi) adalah semata-mata program konspirasi untuk menguasai dunia.

Yang menjamin rezeki seseorang itu bukan anda ayahnya atau ibunya tapi Allah lah yang menjamin kehidupan kita. Allah tak akan mengurangi sesuap nasi pun jatah hidup kita hingga jatah itu masuk kedalam perut kita. Hanya orang-orang yang telah di perdaya setan dengan akal dan logikanya yang  sempit yang tidak bisa menerima wahyu dari sang Maha Pencipta.

Yang hidup di muka bumi ini bukan cuma manusia bahkan cacing, semut, burung, ikan semuanya dari yang terbesar sampai yang terkecil mempunyai jatah hidup dan rezeki.

Rezeki adalah sesuatu yang menjadi kepastian yang telah ditetapkan Allah Swt sehingga mustahil ada makhluk yang dapat hidup tanpa rezeki yang ditetapkan Allah Swt untuknya.

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Ankabut [29]:60)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ

Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penyayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak. [HR Nasa’i].

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِيْ, وَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Nikah adalah sunnahku dan barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan termasuk golonganku. Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penuh kasih sayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak pada hari kiamat. [HR. Nasa’i]

Sehingga pada hakikatnya KB dan tidak KB adalah perkara iman dan keyakinan kita kepada Allah Rabb Semesta Alam. Jika alasan menggunakan KB adalah karena takut rezeki yang terbatas maka sesungguhnya kita telah kufur kepada janji Allah di dalam Al Quran, namun jika semata-mata karena uzur maka insha Allah ini adalah perkara yang maklum. Wallahu a’lam

Semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayahNya sehingga kita mampu diberikan kemampuan untuk senantiasa tawakal dan diberikan kejernihan hati dan akal dalam menghadapi setiap tipu daya musuh-musuh kita. Amin

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *