Aku dan waktuku

Ku tutup kepalaku dengan kerah bajuku lalu ku gigit jari-jemari dengan tatapan kosong saat ku mengingat semua waktu yang telah kulalui. Wahai Rabb betapa dzalimnya aku terhadap diriku ampunilah aku, apa yang akan aku katakan dihadapanMu kelak jika aku bertemu denganMu tentang waktu-waktuku. Astaghfirullah

Imam asy Syafi’i berkata: “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi)

Ibnul Qayim berkata: “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi)

Duhai jiwa yang malang kenapa kau habiskan waktumu hanya untuk mengejar suatu yang fana yang mana tiada harganya di hadapan Rabbmu walau hanya sekedar sebalah sayap nyamuk.

Bukankah dunia ini hanya cukup untuk sekedar makan dan menegakan tulang punggungmu itupun hanya supaya engkau tenang untuk beribadah kepadaNya.

Duhai jiwa yang malang kenapa engkau lebih senang duduk-duduk ngobrol yang tiada manfaat sedikitpun, bukankah dudukmu di majelis dzikir dan majelis ilmu adalah dudukmu di taman-taman surga.

Engkau lebih senang dan lebih banyak waktu untuk nonton tv sebagai obat penghiburmu di waktu senggangmu dan kau nikmati drama dusta serta uforia dan pajangan aurat para hamba syahwat sebagai obat. Bukankah kalam Rabbmu (Al Quran) adalah sebaik-baik perkataan dan bacaan yang harus engkau jadikan pedoman dan dialah sebaik-baik obat penghibur bagimu. Kau akan mendapat ketenangan ketika membacanya, kau akan mendapatkan ilmu ketika engkau mentadaburinya.

Duhai jiwa yang malang alunan musik dan nyanyian selalu menjadi teman setia hari-harimu engkau berkata dan merasa seakan hidup serasa hampa tanpa alunan musik. Lidahmu latah mengikuti liriknya, kaki menghentak-hentak kepala dan badanmu bergoyang kata demi kata kau hapal bahkan gaya dan penampilan penyanyinya pun kau tiru dan kau idolakan. apa manfaat dan untungnya bagimu di saat engkau mendengar dan menghapal semua itu? Bukankah jika engkau mendengar lantunan Al Quran Al Karim engkau akan mendapat pahala dan rahmat apalagi jika menghapal, dan melantunkannya maka dia akan datang padamu di hari kiamat kelak sebagai syafaat bagimu. Sungguh tiada kerugian dunia dan akhirat ketika engkau dekat dengannya.

Berapakah usia yang telah engkau lewati dan beraapakah sisa usia yang akan kau habiskan untuk melakukan semua itu, apakah sepanjang usiamu hanya untuk melakukan itu?

Betapa sia-sianya hidupmu, alangkah baiknya jika Allah tak pernah menciptakanmu kedunia ini. Tidak kah kau tahu ucapan orang-orang kafir yang telah menyia-nyiakan waktunya untuk mengejar kesenangn dunia di akhirat kelak? Allah berfirman : “…. pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya Sekiranya dahulu aku adalah tanah”. (QS. An Naba :40).

Ya Allah mudahkanlah bagiku untuk selalu mengingatMu dalam keadaan apapun dan sesempit apapun. Dan janganlah kau jadikan kesempitan menjadi alat yang melalaikanku dariMu. Jadikanlah aku diantara hamba-hambaMu yang selalu bersyukur akan nikmatMu dan selalu berhusnudzaan kepadaMu hingga ajal menjemputku. Amin

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *