Cinta dan Akhir hidup sang pecinta

Pada hakikatnya kita semua adalah seorang sang pecinta dan kecintaan kita adalah kecondongan kepada sesuatu yang kita sukai baik berupa materi (benda) ataupun sifat. Fitrah seseorang jika ia mencintai sesuatu, karena Allah telah menganugerahkan rasa ini sebagai salah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaanNya.

Tidaklah seseorang mencintai sesuatu kecuali kecintaannya didasari oleh suatu keyakinan dan sebab. Tidakkah kita pernah mendengar seorang yang mencintai idolanya? Tidaklah ia menyukai dan mencintai idolanya kecuali ia mengetahui sesuatu yang membuatnya pantas untuk disukai dan dicintai hingga apapun yang ia lakukan semata-mata hanya untuk yang dia cintai dan ia tidak segan-segan untuk meninggalkan apapun yang tidak disukai oleh apa yang dia cintai dan ia akan tunduk patuh hanya untuk mendapatkan cinta dari apa yang dia cintai (hem…. alangkah indahnya jika cinta semacam ini hanya kita berikan kepada Allah dan RasulNya).

Kira-kira begitulah hakikat cinta sang pecinta…

Cerita akhir hidup sang pecinta…

Ada sebuah cerita dari sebuah kisah nyata tentang akhir hidup sang pecinta. Sangat banyak kisah akhir hidup sang pecinta yang hampir tidak jauh beda antara satu sama lainnya tergantung kepada apa yang dia cintai. Namun kali ini saya ingin berbagi sebuah cerita yang pernah saya dengar dan pernah saya baca (namun saya lupa sumbernya namun insya Allah kisah ini benar-benar terjadi) walau tidak sedetil aslinya paling tidak bisa kita ambil ibroh(pelajaran)nya.

Dikatakan ada seorang pemuda yang sangat gemar dan senang membaca al Quran bahkan ia sangat mencintainya kemanapun dan dimanapun ia senantiasa membaca dan melafalkan al Quran. al Quran menjadi teman di saat dia sendiri, menjadi obat disaat dia sakit, dan menjadi bagian diantara bagian hidupnya.

Lalu ada pula seorang pemuda yang sangat mencintai musik dan uforia kesenangan masa muda hingga hampir tak ada satupun lagu yang tidak dia hapal bahkan nyanyian telah menjadi teman disaat dia sendiri, menjadi obat disaat dia lara hingga dunia ini bagaikan mati tanpa musik serta dia telah menjadi sebagian diantara bagian hidupnya.

Pada tempat yang berbeda namun pada saat yang sama kedua orang ini mengendarai kendaran mereka menuju tempat yang akan mereka tuju, dengan iringan musik didalam kendaraan yang hingar bingar sang pecinta musik terus menyanyikan lagu-lagu kesuakaannya hingga tidak dia sadari dia telah menerobos rambu-rambu lalulintas sedangakn pada saat yang sama kendaraan lain ada dihadapannya hingga tek terelakan lagi terjadilah tabrakan maut hingga kedua kendaraan tersebut dalamkeadaan hancur.

Ia dalam sakaratul maut sedang bibirnya senantiasa bernyanyi hingga ajalnya tiba…

Ramai orang-orang disekitar lokasi datang untuk melihat apa yang terjadi hingga didapati dalam kendaraan tersebut seorang pemuda tidak berdaya dalam keadaan sakaratul maut dengan iringan musik didalam kendaraannya suaranya terputus-putus menyenandungkan nyanyian bahkan setiap orang yang mendekati untuk menasehatinya agar dia mengucapkan kalimat-kalimat thoyibah (syahadat, tahlil dll) agar dia menutup akhir hidupnya dengan kalimat yang baik dan mendapatkan khusnul khatimah. Namun kecintaannya pada musik dan lagu telah menutup hati dan lidahnya untuk bisa mengucapkan kalimat thoyibah. Ia dalam sakaratul maut sedang bibirnya senantiasa bernyanyi hingga ajalnya tiba… Hingga dia mati dengan iringan lagu yang dia nyanyikan wal iyyadzubillah semoga Allah menjauhkan kita dari akhir kematian yang buruk.

Ternyata didalam kendaraan lain didapati sang pemuda pecinta al Quran dalam keadaan sakaratul maut dengan bibir yang terus bergerak jiwanya tenang, wajahnya bercahaya dengan kesabaran menahan sakitnya sakaratul maut sayup-sayup terdengar suara lantunan al Quran hingga ia mati dengan keadaan demikian Subhanallah.

Wahai saudaraku jadikanlah kecintaan kita pada sesuatu yang senantiasa mendekatkan dan mengingatkan kita kepada Allah hingga akhir hayat karena kita tak akan pernah tahu akhir dari hidup kita hiduplah dengan kecintaan dari yang Mahahidup…..

Wahai saudaraku berapa banyakkah orang yang telah mati dengan kecintaan dan kesukaannya….??

Tidak kah engkau pernah melihat dan mendengar mereka yang mati dikala sedang menengak minuman keras, mereka yang mati dikala berzina, mereka yang mati dikala meng-ghibah, mereka yang mati dikala mempertontonkan aurat, mereka yang mati dikala dengan mendekap harta dunianya, mereka yang mati dikala berbuat macam-macam maksiatĀ  yang mereka cintai. Dan Pernahkah engkau melihat dan mendengar mereka yang mati dikala membaca Al Quran, mereka yang mati dikala sujud dalam sholat, mereka yang mati dikala mencari ilmu dan mereka yang mati dikala berbuat macam-macam kebaikan. Manakah kecintaan yang ingin kita dapatkan di ujung kematian kita…?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *