PINTU MUSHOLLA ITU KINI TAK PERNAH TERBUKA LAGI

Masih teringat kala hari-hari pertama aku pijakan kaki di tanah ini semua masih terasa asing bagiku aku ada disini karena hari itu aku menikahi istriku. Aku selalu berharap dan selalu optimis bahwa semua akan selalu membawa kebaikan bagiku, keluargaku dan orang-orang disekitarku terlebih kehadirannya bagiku kuharap menjadi sesuatu yang  membuatku semakin mantap walau aku tak pernah mengenalnya sebelumnya maklum pernikahan kami tak didahului oleh pacaran layaknya anak-anak remaja saat ini. Tapi dengan visi dan misi yang sama insya-Alloh semua akan menjadi baik bahkan lebih baik, amin.

Hari-hari mulai kujalani dengan harapan baru. Sebagai seorang imam bagi keluarga baruku aku senantiasa menjaga sunnah-sunnah yang selama ini aku laksanakan terlebih kesenanganku dari dulu adalah shalat berjamaah apalagi setelah aku tahu fadhilah (keutamaan)nya.

Di tempat baruku ini kulihat ada sebuah musholla yang letaknya cukup strategis karena terletak di pinggir jalan raya dan dekat dengan puskesmas serta pabrik-pabrik dimana orang-orang hiruk pikuk berlalu lalang. Namun semua terasa aneh disaat azan berkumandang disana tak banyak orang yang shalat, selain itu mereka pun shalat sendiri-sendiri hhemm malang nian nasib kaum muslimin jika demikian sama sekali tak ada semangat ke-islamannya.

Berdasar hal ini ditambah kecintaanku pada shalat berjamaah akhirnya aku selalu mencoba mengumpulkan mereka untuk shalat berjamaah walaupun sangat sulit, malu dan segan untuk menegur mereka khawatir kalau apa yang kulakukan menyinggung mereka tapi akhirnya aku coba dan alhamdulillah semua bisa diterima dan diterapkan walau semua masih acak-acakan.

Setelah kurang lebih tiga tahun aku menetap disini kini kami terbiasa saling menunggu untuk mendirikan shalat berjamaah bahkan dengan shaf yang rapi lurus dan rapat alhamdulillah semua atas bantuan Allah. Bahkan beberapa diantara jamaah sudah pula mulai mengenal dan menerapkan sunnah-sunnah dalam kehidupannya.

“Pintu musholla itu kini tertutup”

Setahun sudah sejak kini aku beraktifitas di luar kota bahkan aku hanya bisa pulang dua kali dalam sebulan atau bahkan hanya sekali membuatku selalu rindu semua aktifitasku benar-benar menyita waktuku untuk menimba ilmu bahkan sangat sulit sekali hampir-hampir tak pernah bisa. Ahh sebenarnya ingin kutinggalkan semua ini, tapi….

Saat kupulang aku sangat senang bisa bertemu jamaah shalat di musholla itu. Satu waktu di saat kepulanganku dengan semangat aku ayunkan langkah menuju musholla untuk mendirikan shalat shubuh namun apa yang kudapati semua pintu pagar terkunci bahkan tak ada seorang jamaahpun yang datang aku pikir mungkin pengurus musholla sedang tidak ada ditempat namun di hari-hari berikutnya pintu-pintu itu tak pernah terbuka bahkan kini setelah sekian bulan lamanya aku kembali pintu itupun tak pernah terbuka.

Ahh betapa rindunya aku shalat shubuh berjamaah disana walaupun bisa shalat berjamaah diwaktu yang lain namun shalat shubuh berjamaah yang paling istimewa bagiku dari beberapa shalat berjamaah lainnya.

Semoga Allah memudahkannya amin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *