Sebuah Nasehat Seorang Akhwat Aktivis Dakwah

Nasehat ini sebenarnya pengalaman pribadi seseorang yang tak perlu saya sebutkan namanya, saya kagum dan menurut saya nasehat ini bukan hanya ditujukan baginya saja. Tapi patut ditujukan pada setiap orang yang memikul jalan ini yaitu jalan dakwah yang mulia, siapapun dia. Baik Ikhwan atau Akhwat.

Saya sendiri merasa tersentuh ketika membacanya dan jadi motivasi tersendiri.

Sedikit saya ceritakan awal mula surat ini yaitu:

Ketika seorang pemuda biasa dan sederhana mulai terbakar jiwanya dan rindu akan kebesaran nama-Nya di agungkan di mika bumi ini, ternyata di sisi yang sama ada seorang akhwat yang tanpa disangka memilki ghirah (semangat) yang sama. Namun dalam realitanya, mereka sama-sama hanya manusia biasa dengan segala keterbatasannya yang hanya bekerja di sebuah lembaga pendidikan formal.

Lalu ketika sang pemuda mulai lebih condong terhadap apa yan dia yakini da dia cintai, maka pada suatu saat ia pun berpamitan untuk pergi menimba ilmu syar’i demi tegaknya kalimatulloh yang tertinggi.

Ketika si akhwat ini mengetahui akan kepergian sang pemuda maka ia pun menulis surat sebagai pesan nasehat. Inilah isi nasehatnya:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

8 DESEMBER ’07, In the Name of الله

“Jangan pernah berhenti” MENGEPAKAN SAYAPMU”, biarkan cobaan itu membuatmu kuat. Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu. Biarkanjiwa-jiwa sabar yang menjadi penyejuk bagimu. “SELAMAT TERBANG”. Selamat tak henti mengepakkan sayapmu.” (Puisi dr Irfan Toni Herlambang)

Saudaraku,

Hari ini tiba, saatnya kita berpisah, tapi tunggu … don’t be sad!

Perpisahan bukan berarti akhir dari kehidupan, perpisahan hanya sekedar,bukan? Masih panjang perjalanan yang akan kau tempuh, masih panjang perjuangan yang harus kau jalani…

Saudaraku,

Saat ini, saudarimu hanya ingin sedikit berbagi … tapi Insya الله ini bermanfaat untukmu kelak …

1. Saudaraku, engkau adalah seorang aktivis dakwah, maka …

~ Jagalah keimananmu kepada الله , yaitu yakinlah hatimu bahwa:

Ajal mutlak di tangan الله

Rezeki berada di tangan terbaik الله

الله Maha Mendengar dan Maha Melihat

2. Akhi Fillah …

~ Jagalah keikhlasanmu, yaitu :

~ Setiap aktivitas yang kau lakukan semata-mata hanya menghadap ridho الله

~ Setiap amal perjuangan dan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan syari’at الله

~ Senantiasa melakukan “MUHASABAH”

~ Senantiasa waspada terhadap tipu daya syetan … syaithan …

3. Saudaraku jami’illah

~ Jagalah saja’ah / keberanianmu, yaitu peliharalahkeberanian dalam hatimu, yang bersumber dari ruh keimanan kepada الله , karena “Dia” merupakan kekuatan jiwa yang harus dimilki seorang aktivis dakwah.

4. Saudaraku yang sabar …

~ Jagalah kesabaranmu, karena sabar mengantarkan kepada ketabahan, ketegaran dalam menghadapi ujian apapun …

5. Saudaraku …

~ Jagalah optimismemu, karena optimis merupakan kekeuatan bagi jiwa untuk menyongsong hari esok penuh semangat, mendorong menuju cita-cita dengan penuh keyakian dan senatiasa memacu diri untuk bersikap berani hingga meraih keberhasilan dan kemenangan …

Saudaraku …

Esok hari kau akan mengarungi kehidupan fase berikutnya, tanggungjawab yang baru telah menantimu : berbakti kepada orangtua (tentunya …^_^), bekerja, membangun rumah tangga, mendapat amanah mendidik anak-anakmu, dsb …

Untuk dapat melalui itu semua ingatlah … tetap ISTIQOMAH dengan keimananu, ikhlas melakukannya, sabar atas kehendak-Nya, pasrahkan hidupmu kepada-Nya, tawakkal ilallah … dan jangan pernah berhenti bersyukur kepada-Nya …

Saudaraku …

Hanya itu yang dapat saudarimu ini bagi, salam hormat untuk kedua orangtuamu …

Salam persaudaraan dariku, semoga الله mempertemukan kita kembali di dunia, dan akhirat kelak Insya الله … Amiin yaa Rabbul ‘alamiin …

Saudarimu …

I M

Semoga kita semua termasuk dari bagian orang-orang yang ditetapkan istiqomah dijalan-Nya hingga ajal menjemput … saya berharap tulisan ini akan menjadi motivasi, bukan hanya bagi saya tapi juga anda semua, amiin …

Dan ingatlah bahwa, “Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan kita, bersama orang yang kita cintai. Jika saja cinta itu hanya karena Alloh, maka niscaya kita akan bersama-sama dengan orang-orang yang mencintai-Nya.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *